Jadi gini......
Minggu, 16 November 2014
Sabtu, 18 Oktober 2014
Minggu, 21 September 2014
Minggu, 14 September 2014
No Title Needed.
Karena akhir-akhir ini banyak banget tugas menyebabkan saya jadi sering minum kopi kemasan paling enak di dunia. Hal itu pula yang menyebabkan saya jadi sering update blog jam segini. Maafkan.
Postingan kali ini cuma iseng. Iseng karena lagi not in my good mood. Jadi, sekiranya saya pikir saya butuh sesuatu yang bisa digunakan untuk membuat mood saya baik kembali. Saya pilih blog. Karena jujur, saya lebih suka bercerita lewat tulisan dibanding lisan.
Sabtu, 13 September 2014
Dilema (Part 1)
Judulnya jijik banget ya. Tapi gimana ya emang itu doang yang lebih enak didenger sebagai kata ganti dari "galau". Seenggaknya dilema gak lebih nista dari galau, gak lebih mellow dari resah dan gelisah. Oh iya dan kenapa ada part1-nya? Karena gue rasa nanti emang bakal ada part2-nya sih. Postingan ini sebenernya terinspirasi dari pertanyaan temen gue tempo hari ke gue.
Kamis, 11 September 2014
Randomly.
Udah lama gak buka blog ini sampe kusem, kumel, dekil, berdebu dan dirambati laba-laba.
Lagi gak pengen posting yang berat-berat karena gue udah berat.
Sebenernya cuma lagi mau curhat disini, biar plong aja.
Kadang kalo curhat ke temen pun belum tentu perasaan jadi plong. Maklum sih gue kalo curhat lebih sering minta didengerin daripada minta solusi.
Lagi gak pengen posting yang berat-berat karena gue udah berat.
Sebenernya cuma lagi mau curhat disini, biar plong aja.
Kadang kalo curhat ke temen pun belum tentu perasaan jadi plong. Maklum sih gue kalo curhat lebih sering minta didengerin daripada minta solusi.
Senin, 13 Januari 2014
Banjir.
Musibah mampir lagi di Indonesia. Itu Gunung Sinabung aja belum kelar meletusnya, eh Jakarta udah banjir aja. Kasihan pemerintah. Bingung mau ngebenahin yang mana dulu. Bingung mau korupsiin dana yang mana dulu.
Selain Jakarta yang banjir, hidung gue juga lagi banjir nih. Fyi aja sih~
Heran sama orang-orang yang kerjaannya ngeluh mulu kalo banjir dateng. Harusnya introspeksi diri dulu, buang sampahnya masih sembarangan gak? Masih sering buang berkarung-karung sampah di sungai gak? Ya kerjaannya ngeluh mulu, tapi buang sampah masih sembarangan.
Selain Jakarta yang banjir, hidung gue juga lagi banjir nih. Fyi aja sih~
Heran sama orang-orang yang kerjaannya ngeluh mulu kalo banjir dateng. Harusnya introspeksi diri dulu, buang sampahnya masih sembarangan gak? Masih sering buang berkarung-karung sampah di sungai gak? Ya kerjaannya ngeluh mulu, tapi buang sampah masih sembarangan.
Minggu, 12 Januari 2014
Yang Peduli Sendirian.
Pernah gak ngerasain yang namanya peduli sama orang lain tapi gak dipeduliin balik? Mungkin ini awalnya timbul rasa-rasa di-PHP-in kali ya? Menurut yang udah sering pernah ngalamin sih katanya sakit. Nyesek. Pas dikasih solusi "Yaudah coba deh mulai sekarang jangan terlalu peduliin dia lagi", eh malah jawabnya gini "Aku gak bisa, udah terlanjur sayang. Dan susah buat berhenti peduliin dia". Jawabannya aja udah mellow abis, eh ditambahin pake emoticon ":'(" biar lebih dramatis. Yaudah kalo emang maunya begitu ya tanggung resikonya, tanggung sendiri kalo dia gak balik peduli sama lo. Kan gitu.
Kamis, 09 Januari 2014
Yang Berselimut Dibalik Senja.
Kepadanya,
pria senjaku yang sering tetiba menghilang.
Angin senja ini dinginnya menohok sampai tulang. Menyelimuti aku yang sedang mengintaimu dari sini. Kau berjalan, sudut mataku pun. Kau berlari, ekor mataku turut mengikuti.
Sampai jauh kau lelah menapak jejak. Aku tak henti mengekorimu. Mengikuti kemanapun kakimu melangkah. Walau arah kita kini tak lagi sama.
Teman Yang Apabila Dipanggil dengan Makian Akan Tetap Nengok.
Judul macam apa ini. Halah. Yaudahlah.
Judul yang sangat tidak enak dibaca ini mengarah kepada makhluk-makhluk yang telah senantiasa diciptakan oleh Tuhan sesempurna mungkin, untuk dapat melengkapi keseharian kita. Nah, kita kadang memanggilnya teman dekat, teman karib, teman yang sebenarnya, sahabat, atau terkadang bisa juga dipanggil eh bego, bangsat, tai lu, dan makian apapun.
Rabu, 08 Januari 2014
Menunggu Mentari Setelah Hujan.
Air langit itu jatuh kembali. Basahi tanah, timbulkan wangi yang segar. Ya, aku tak pernah membenci air ini. Aku selalu bisa menikmati tiap tetesnya yang hinggap di bumi. Seakan mengamini doaku agar ia tak pergi.
Hujan kini, aku dengannya terperangkap dalam situasi asing. Kami hanya terpaku dalam diam, enggan untuk memulai sebuah percakapan yang harusnya dapat menghangatkan.
Selasa, 07 Januari 2014
Selamat Terjaga Dalam Lelap Malam Ini, Tuan.
Kepada Tuan,
yang tak pernah bosan ku usik waktunya.
Terima kasih atas waktumu yang seringkali ku ganggu. Untuk setiap tawa yang tercipta. Untuk terkadang kesal karena gurauan lama.
Ini, Lingkungan Baruku.
Hai, ini aku. Masih aku yang dulu. Tapi ini blog baruku, bukan blog ku yang dulu. Lingkungan social mediaku baru, lingkungan nyataku pun telah baru.
Teruntuk Yang Lama Yang Datang Kembali.
Teruntuk kamu,
Orang lama yang dulu singgah, sempat pergi, namun kini kembali.
Ruangku yang telah sekian lama kosong, tiada yang menetap disini, tiba-tiba kau isi lagi. Kau tempati lagi. Kau rapikan lagi. Mengusap segala debu luka lama yang membuat ruang ini usang. Menghadirkan kembali secercah rinai kebahagiaan di rongga yang pernah sobek ini.