Sabtu, 18 Oktober 2014

Long Distance Relationship

" Distance means nothing, 
when someone means everything "


 Sebegitu benarnya kalimat di atas. Ya. Aku, jarak, dan kamu. Ya. Ada jarak diantara aku dan kamu. Memang bukan yang terlalu jauh hingga ratusan bahkan ribuan kilometer. Hanya terbilang dalam puluhan saja, namun terkadang masih sulit untuk bertemu. 

Jarak. Iya, memang jarak yang menjadi pemisah kita. Mungkin untuk menguji karena dulu kita sempat berdekatan denganhanya puluhan meter terbentang, yang setiap kali bisa memutuskan bertemu. 

Iya, ini ujian. Ujian bagi kita yang sudah bukan pertama kali menjalin hubungan, yang sudah bukan sebagai dua pasang kaki yang berjalan beriringan dalam waktu yang sebentar, yang sudah bukan berjiwa kekanakan lagi. 

Dua-puluh-dua-bulan angka yang kini kita tempuh. Enam-ratus-enam-puluh-hari yang telah kita habiskan, dengan empat-ratus-delapan-puluh-hari terpisah tujuh-puluh-kilometer jauhnya. Namun, hal itu tak buatku goyah untuk memutuskan tetap berada di "sisimu". 

Tak pernah menyesal, bahkan tak pernah terbesit untuk sekedar menyesali segala yang ada kini, atas segala jarak yang membentang. Karena jaraklah, kita masih tetap bisa merajut cerita bersama. Karena jaraklah, kita belajar untuk saling menghargai waktu ketika bertemu. Karena jaraklah, pondasi kepercayaan kita dapat dibangun sedemikian kokohnya. 

Banyak yang ber-oceh, bahwa hubungan dengan terlalu banyak jarak hampir mustahil untuk dijalani. Namun nyatanya? Tidak berlaku untuk aku dan kau. Mereka yang bisa bertemu setiap hari-pun sewaktu-waktu bisa berpencar. Memang, kita yang hanya bertemu enam-bulan-satu-kali ini seringkali berselisih paham. Namun nyatanya? Hubungan kita tak sebatas egoisme masing-masing yang saling memuncak. Tak sebatas janji-janji yang terumbar percuma. Hubungan ini lebih dari itu. Lebih dari apa yang orang lain pikir. Lebih dari apa yang kita kira. 

Karena jarak telah mengajarkan banyak hal, kalau perasaan bukan mengenai hitungan terpautnya kilometer satu hati ke hati lainnya yang saling menunggu. 


#PejuangLDRGarisKeras2014

Tidak ada komentar:

Posting Komentar