Sabtu, 30 Mei 2015

Dear,

I know that it's too late,
too late, 
to realize, 
to change this fuckin' situation

I remember, 
the first time we met,
in the small dimension,
I caught your gaze, successfully

But, damn
I never realized 
that you were gazing at me, 
not only for once, 
but through and through

You gazed me firstly, 
now I'm gazing you, 
I know that you realize, 
and I know that you're pretending

Damn, 
karma is around me now, 
I do not know why, 
why could I drowning so fuckin' deep,
in your fascination

Pardon me, 
I'm too prestige, 
to confess this feeling, 
and I'm too expert,
to be a good pretender 
to be a good liar
to hide expressions
and to be your (not really) secret admirer.

Dear, 
a boy who always caught my eye. 

Sabtu, 16 Mei 2015

Sekelebat Problematika.

Iya, gue tau judulnya agak sok-sok gimana gitu. 
Kenapa gue buat judulnya begitu? 
Nggak apa-apa sih, cuma mau caper doang. 

Kesel gak?! Kesel dong!


Nah, di entri ini sekarang gue mau ngabahas soal sebuah persahabatan yang terjadi antara dua insan manusia yang berbeda jenis kelamin. Kenapa gue mau bahas ini? Sekali lagi, nggak apa-apa cuma mau caper doang. Eh tapi nggak deng, gue mau nulis ini karena ini sering terjadi di kota-kota besar, Bung.

Jadi, semakin ke sini gue melihat banyak orang yang punya teman dekat, maksud gue sahabat, tapi lawan jenis. Sebenernya, ini udah biasa banget sih. Karena emang banyak banget yang punya sahabat lawan jenis, termasuk gue. Nah, dari hubungan persahabatan lawan jenis ini pasti ada lah dampak positif sama negatifnya. Iya, gue udah paham banget soal ginian. Apalagi soal dituduh macem-macem karena punya sahabat cowok. 

Problematika yang sering muncul di hubungan persahabatan ini adalah dituduh naksir sama sahabat sendiri. Ini udah yang paling shit yang pernah gue rasain. Iya, seperti di entri sebelumnya gue pernah bilang kalo gue punya dua sahabat laki-laki, dan entah kenapa banyak banget yang salah persepsi soal itu.

Banyak yang bilang, "Kalo ada cewek sama cowok yang sahabatan, itu pasti gak murni sahabatan. Pasti salah satu atau salah dua dari mereka ada yang suka". Gue mau bilang, berdasarkan kasus pribadi gue, itu salah. 

Iya, karena gue dan kedua sahabat terong-terongan gue gak begitu. Semua orang yang punya sahabat lawan jenis mungkin pernah ngerasain hal itu. Dan sebagian mungkin emang ada yang mendem perasaan buat sahabatnya sendiri, tapi gak semuanya kayak gitu.

Gue dan kedua terong-terongan itu murni sahabatan tanpa ada yang suka satu sama lain. Gue masih bingung aja sama pola pikir orang banyak, kalo ada cewek sama cowok deket berarti mereka ada apa-apa. Hello, situ idup jaman kapan dah? Jaman spongebob masih pake baju purba? 

Sebenernya sih di entri ini gue cuma mau menekankan bahwa gak selamanya perempuan dan laki-laki yang sahabatan itu punya rasa yang lebih. Gak selamanya dan gak semuanya. Mereka yang diomongin tuh sebenernya ngerasa risih loh, dapet omongan kayak gitu. Terlebih kalo sahabatnya dia punya cewek/cowok. Emang gak kasihan kalo mereka dianggep perebut pacar orang (yang padahal dalam kenyataannya nggak sama sekali)? 

Mereka (gue juga sih) tuh memutuskan buat ngejalin persahabatan bukan karena ada rasa lebih, tapi ya karena mereka ngerasa kalo mereka nyambung dan nyaman buat curhat satu sama lain, nyambung buat ngehujat orang yang sama-sama mereka benci #ASTAGHFIRULLAH, nyambung buat saling ngatain tai, anjing, babi, monyet tanpa ada yang sakit hati, dan nyambung buat urusan selera humor yang cetek kayak becekan bekas gerimis semalem. 

Pokoknya gue cuma mau ngingetin aja lewat entri ini. Kalian -yang suka nuduh sebuah jalinan persahabatan lawan jenis- dimohon dengan sangat jangan suka nuduh yang nggak-nggak kalo emang gak ada bukti. Ya, buat contohnya gue sama dua temen gue deh. Gue emang deket banget sama mereka, gue akuin kalo ketemu mereka pun gue seneng banget. Kenapa? ya karena lo suka lah, nim. Bego deh. Tetot!!! Lo yang salah. Gue sesayang itu sama mereka. Sayang disini bukan berarti kayak sayang sama pacar ya. Sayang disini tuh kayak.....kayak apa ya? Kayak sayang sama sahabat lo, yang lo gak rela kalo mereka punya sahabat lain sih #YEU #EGOIS. Ya, pokoknya gitu deh rasanya, masa lo gak pernah ngerasain sih??? Apa jangan-jangan lo gapunya sahabat lawan jenis? Mampus kasian, makanya jangan suka nuduh orang sembarangan #EEEEEEMALAHNGEGAS. Maap maap. Maksudnya gimana ya......ya gitu deh. Lo kalo punya sahabat juga pasti ngerti deh rasa sayang ke sahabat sama pacar tuh bedanya kayak apa. Makanya gaes, janganlah suka nuduh yang nggak-nggak. Rapunjel pusing lah berantem mulu sama terong-terongannya rapunjel gara-gara salah paham, gara-gara dengerin omongan dari congor orang. Makanya lah gaes, congor itu dijaga lah. Kalo ndak dijaga kasihkanlah saja itu congor ke tukang rujak. Barangkali bisalah jadi bisnis rujak cingur (?)

Bahkan gara-gara omongan orang itu gue sampe baper banget asli, sampe delete contact sama ngeblok akun temen gue #MAAPYAOX cuma buat ngilangin gosip-gosip nggak enak kayak gitu. Untung gue orangnya gak betahan kalo ada masalah sama orang -terutama orang-orang terdekat-.

Ya, jadi intinya disini aq cuma mau ngingetin x.an jha. Jangan suka ngejudge sembarangan. Kalo kata Aurel Hermansyah, "NANTI DIMARAHIN TUUUUUHAAAAAAAAN~~~~"

Selasa, 12 Mei 2015

Some People That Always Be Here.

It's been a long day since our first meeting.
We already had so much time to spent, so much words to said, so much tears, and so much laughters.
Sometimes, we argued, but we still bestfriend.
Sometimes, we fight, and we still bestfriend.
Sometimes, we cried, cause we knew we miss each other.
And there's no sometimes to laughs together, cause it always.

Dear you all,
Some people that have positions after family.
Some people that always never getting bored when I always talk all day long (I know that you're all getting bored, exactly, but I do not care :p)
Some people that always stay with my plus or minus.

I really want to tell you,
It's not only for one of you, but you all.
I really want to give you so much thank you, cause you all deserve of it.

Thank you for always be here, be my side, with all of my conditions.
Thank you for always be the best ears in this world.
I really be blessed by God, cause He gave me you all.
I really be greatful cause I have some ears to hear mine, some hands to catch me up, some mouths to support me, and some shoulders to be propped.

Baby,
You are all my precious, more than a boyfriend (I wish I had)
Nobody care at me, but you.

So, baby
Please always stay,
please always be my favorite ears to share,
please always be my favorite shoulders to lean back,
please always be my favorite mouths that can be saying the magical supporting words.

But baby,
Do not you worry about anything.
Cause I'll be your favorite partner to share your life story with.
You can call me anytime,
cause I always have times for you all,
cause I do not want to skip your important moments (even if I know that the moments were not very important to know, but I still will)

So baby,
I write this entry to show you,
how much precious you are,
how lucky I am to have you,
and how much I love you for sure.

If there are people who had so many friends,
I just have less friends,
but I still the luckiest,
cause I have so many bestfriends,
and  I'm feeling so blessed,
cause I know my bestfriends, are you.

Minggu, 03 Mei 2015

Memori (Part 1)

Hello, bloggers!
Dan hell-o juga untuk para pembaca setia blog gue, yang tak lain dan tak bukan adalah tiga gadis-gadis kesepian yang ada di multiple chat paling baper se-line raya. Sebut saja mereka Mawar, Melati, dan Semuanya Indah (nama dan suara disamarkan) #LAH #DIKIRAINVESTIGASI
Yak pokoknya buat Mawar, Melati, dan Semuanya Indah saya mohon dengan sangat habis baca entri ini, gak usah pada bacot di chat room, paham? :)
Sebelumnya juga, gue mau mengurangi publikasi entri-entri yang bikin temen-temen gue yang sudah gue sebut identitasnya di atas menjadi semakin baper. Karena, jikalau mereka baper, maka semua orang akan tertular. Jadi, untuk beberapa kali ke depan entri gue akan jauh dari seputaran masalah hati yang akan membuat kepala barbie ini pusingnya bukan main. 
Now, we start!