Selasa, 07 Januari 2014

Teruntuk Yang Lama Yang Datang Kembali.

Teruntuk kamu,
Orang lama yang dulu singgah, sempat pergi, namun kini kembali. 


Ruangku yang telah sekian lama kosong, tiada yang menetap disini, tiba-tiba kau isi lagi. Kau tempati lagi. Kau rapikan lagi. Mengusap segala debu luka lama yang membuat ruang ini usang. Menghadirkan kembali secercah rinai kebahagiaan di rongga yang pernah sobek ini. 


Bahkan aku tak tahu, mengapa ini semua terulang. Mengapa aku berikan kamu kesempatan lagi, setelah sekian lama pergi dan meninggalkan bekas luka. Mereka katakan, aku bodoh.

"Kau bodoh!" maki mereka padaku. Aku sadar mungkin ini bukanlah sebuah kebodohan. Membiarkan kau kembali bukanlah suatu kesalahan. Melainkan sebuah awal yang baru, yang aku tak tahu ujungnya akan seperti apa. Yang ku tahu saat ini, aku siap merajut asa kembali denganmu. Bersamamu. 

Walaupun banyak cemooh, hujatan, bahkan cacian aku tak takut. Ini hidupku. Hanya antara aku, kamu dan cerita kita. Cerita yang kita tak ingin ada satu orang lain pun yang mengusiknya. Cerita yang kita bebas jalani tanpa peduli kata dari tiap-tiap bibir mereka. 

Kamu tahu, relung ini dulu milikmu. Sempat kosong. Dan kini kembali jadi milikmu. Kau juga tahu, relung ini sempat terluka. Namun tak lama, kau juga yang mengobatinya. 

Kamu sekarang disini, memegang kunci yang kupercayakan seutuhnya padamu. Sewaktu-waktu kau boleh keluar dari sini, bermain, tapi kumohon jangan lupa untuk pulang. Ingatlah kunci yang kau bawa, ingatlah siapa yang memberi kunci itu, dan ingatlah siapa pasangan dari kunci itu. 

Kunci-mu pun ada di tanganku. Tapi aku bukan sepertimu yang seringkali pergi dan lupa untuk pulang. Yang seringkali pergi tanpa lupa menguncinya. Sehingga saat kau lengah dan pergi, yang lain dapat dengan mudah masuk dan menempati. 

Aku tak sepertimu, yang selalu mengantongi kunci itu sampai kau lupa, kau lupa telah tinggalkan tempat yang kupercayakan padamu. Lupa akan segala janji yang ada di dalamnya. 

Aku tak sepertimu. Kunci yang kamu beri ini, selalu ada dalam genggaman. Selalu ku tengok bila aku merasa letih, dan selalu mengingatkanku supaya aku selalu pulang. 

Kunci ini tak akan kubiarkan berkarat, begitu pula gemboknya. Maka kuputuskan untuk selalu pulang ke dalam relungmu lagi. Merapikan dan membersihkan relungmu dari debu-debu yang sewaktu-waktu bisa membuat aku bosan dan ingin keluar dari sini. Ya, aku ingin disini selamanya terperangkap dengan janji-janji kita, dengan percakapan bodoh dan dengan segala gelak tawa juga air mata. 

Pintaku padamu pun hanya ini. Ingatlah pulang. Sejauh apapun kau bermain, tempatmu hanya disini.


Tertanda, 
Orang yang pernah kau tinggalkan, yang kuncinya masih berada di tanganmu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar