Mungkin memang sudah bukan masanya, aku
Atau mungkin memang sudah tak pantas lagi dipedulikan
Bagi seseorang yang masanya telah habis,
Hal itu memang menyakitkan
Karena telah menjadi sebuah hal yang tak diprioritaskan lagi
Bahkan untuk sekedar mengingat nama dan wajahku pun,
kau tak mau
Apalagi jika kau harus menyimpan seluruh memori,
yang pernah kita ukir bersama,
berdua.
Sebagai yang telah ditiadakan dari otakmu,
kini aku menjelma menjadi sebuah kenang-kenangan,
yang mungkin atau bahkan,
tak akan pernah kamu tengok lagi.
Terbuang..
Iya, itulah aku sekarang
Telah menjadi serpihan-serpihan sampah kecil,
dari sebagian kisah hidupmu.
Aku yang dulu menemanimu melangkah,
bahkan saat kau tertatih pun,
aku tetap memapah,
tetap berjalan bersisian
Walaupun kini sudah tidak lagi
Mungkin kini memang sudah bukan tempatku
Bukan lagi aku yang pantas,
memapahmu saat kau butuh berjalan jauh,
saat kau tak mampu berjalan sendiri
Mungkin memang saat ini,
kau sudah bisa berjalan sendiri,
atau bahkan berlari
sehingga aku dan bayangan kita berdua dulu,
tak akan bisa terlihat lagi
Terbuang,
terlupakan,
dan tak pernah dipungut lagi
