Rabu, 10 Juni 2015

BANG!!!!

Welcome di entri blog gue yang sudah mulai cheesy lagi. 
Maklum ya, sebentar lagi liburan. Jadi gue harus siap-siap LDR sama orang yang kenyataannya bukan siapa-siapa gue dia. *kemudian now playing: Too Late - 5SOS* 
Orangnya emang lucu banget sih, minta dimilikin banget. Tau orangnya gak? Nggak ya? Yaiyalah, orang gue gak pernah ngepost nama maupun inisialnya di sini. 

Sebenernya gak usah diceritain juga, sih. Cukup dengan ngedengerin Too Late - 5SOS, cerita gue sudah terwakilkan. Jadi, kalau ada yang mau tau (tapi gue yakin nggak ada), silahkan browsing ya mbak dan mas-nya. Cukup masukkan keyword "too late 5 seconds of summer" dan jengjeng akan keluar banyak pilihan untuk itu. Kalau udah denger, coba diresapi liriknya. Niscaya, kamu akan segera menjadi orang se-cheesy saya hari ini. 

Jadi, pagi ini gue menyempatkan diri untuk nulis blog karena udah beberapa hari kepending terus mau ngeblog. Dan pas banget emang suasananya lagi hellow mellow gini. 

Banyak yang bilang, kalau suka sama seseorang itu harus jujur. Harus berani untuk bilang. Palelo! Siapa sih tuh yang ngomong? Dikata gampang kali ya ngomong begitu di depan crush. Boro-boro buat bilang begitu sih, kalo ngeliat dia dari jauh aja rasanya ini jantung udah dag-dig-dug-jeder, gimana pas ngomong? Bisa pingsan dua minggu. 

Dan banyak juga yang bilang, kalau gak disampaikan nanti dia keburu diambil orang. 
BANG!!!! 
Nah, ini nih yang sering terjadi di kota-kota besar. Kebanyakan memendam hingga akhirnya tak tersalurkan. Mungkin emang bener, kalau suka ada baiknya jujur. Ada baiknya. Kalo gak mau jujur juga gak apa-apa, orang gak ada yang maksa juga. 

Tapi, kalo gak mau jujur ya jangan nyesel kalau nanti semuanya terlambat. Kalau nanti dia udah gak sepeduli itu sama lo. Kalau nanti pandangannya udah bukan buat lo lagi. Dan kalau nanti senyum yang dulu dia ulas cuma buat lo, nyatanya udah bukan punya lo lagi. 

Iya, menyesal sesakit itu. Bahkan sebelum sempat memiliki, tapi sudah kehilangan. Padahal baru mau saling menyamankan diri, namun nyatanya ada yang lebih nyaman dari sisi ini. Bukan, disini tidak menyalahkan orang lain yang juga suka sama orang yang sama. Sama sekali tidak. Di sini hanya menyalahkan perasaan gengsi yang masih gak mau ngalah cuma buat berkata jujur demi mendapatkan hati seseorang. 

Emang nyatanya, jujur gak semudah itu. Jujur untuk bilang suka memang lebih sulit dibandingkan dengan berbohong untuk bilang tidak. Tapi, jujur bukan cuma dari mulut. Kalau seandainya dia peka, dia pasti tau lo jujur dari pandangan lo. Dari cara lo tatap dia. Tapi sayangnya, cowok peka itu hampir punah, girls. 

Imbas dari ketidakjujuran itu juga gak enak. Ngeliat dia sama orang lain, mau marah tapi bingung. Ngeliat dia senyum ke orang lain, mau cemburu tapi bingung. Ngeliat dia perhatian sama orang lain, mau ngacak-ngacak jamban juga bingung. Itu semua karena "lo-bukan-siapa-siapanya-dia". Gue ulang. Bukan siapa-siapa. 

Sabtu, 06 Juni 2015

So Happy To Say Goodbye To 4th Semester.

Good morning, fellas! It's Sunday and *ehm* (I really want to scream at this part) HAPPY HOLIDAY GUYS! 

Pagi ini keindahan mood gue is sponsored by a reward from one of the best coffee shop in this fakin warld! 

By the way, 
THE FAKIN 4TH SEMESTER IS OVER GUYS! IT'S OVER! 
Sumpah kusenang sekali. 
Setelah mengalami masa-masa berat di semeter ini dilengkapi dengan ketidakjelasan Ujian Akhir kemarin. Gue merasa uang bayaran gue sangat kelebihan untuk bayar semesteran di semester 4. 

Gue akan bercerita sedikit tentang kehidupan perkuliahan gue which-is-very-very-fakin-terrible-oh-my-god-i-will-die.
Sebenernya begitu gue memasuki semester 4 pada awal tahun lalu, gue seneng sih. Karena gue bisa membayangkan bahwa gue (inshaallah) akan melenggang indah menggunakan kebaya dan berjalan di lorong Balairung bersama teman-teman seangkatan gue pada pertengahan 2016 nanti. Iya, bayangan gue udah sampe situ dan itu yang jadi motivasi gue semangat kuliah. Supaya cepet selesai dan gak buang-buang duit di kampus muluk. 
Akan tetapi, motivasi memang indah. Yang gak indah adalah kenyataan. Iya, kenyataan hidup perkuliahan gue di semester 4 ini cukup pahit, gengs. Kuliah-organisasi-tugas-kuis-ujian-jobdesc organisasi-tanggung jawab. Itu semua yang gue tanggung di pundak gue selama semester 4 dan inshaallah semester 5 masih akan tetap begitu #YAALLAH #KUATKAN #HAMBA
Sebetulnya gue menikmati semua beban itu, terlebih itu adalah konsekuensi yang harus gue tanggung atas keputusan gue sendiri. Iya, gue memutuskan untuk menjadi mahasiswa yang cukup aktif di kampus dengan ikut organisasi. Oleh karena itu, gue sadar kehidupan kampus gue akan sedikit berbeda dengan teman-teman lain yang gak ikut organisasi. Kehidupan kampus gue sedikit lebih berat dibanding mereka dan gue mengemban dua tanggung jawab sekaligus. Tanggung jawab terhadap diri sendiri atas prestasi akademik gue di kampus, dan tanggung jawab untuk organisasi yang gue sudah berkomitmen untuk berkontribusi penuh di dalamnya. But, sebelumnya organisasi itu bukan sekedar organisasi. Gue lebih senang menganggap orang-orang di dalamnya sebagai keluarga dibanding rekan kerja. 

Disini gue gak akan bahas banyak mengenai keluhan-keluhan gue di kampus. Karena sesungguhnya mengeluh itu tidak baik guys, lebih baik melenguh #ASTAGHFIRULLAH
Di semester 4 ini gue belajar banyak hal. Gue belajar untuk lebih menghargai sedetikpun waktu luang yang gue punya untuk membereskan pekerjaan gue, dibanding untuk tidur. Tidur sepantasnya dilakukan jika semua pekerjaan gue sudah terselesaikan dengan baik dan (inshaallah) benar. Gue dan teman-teman sekelas gue mempunyai banyak tugas akademik yang (naujubilahiminjalik) cukup berat bebannya dan gue pribadi mempunyai kewaiban tambahan untuk menyelesaikan tugas-tugas organisasi yang cukup melelahkan juga. Bahkan gue sempet mikir, "Anjir ini mah satu hari isinya 24 jam gak cukup, harusnya 48 jam, atau kalo bisa 72 jam", iya se-hectic itu. Tapi dari tugas-tugas itu gue belajar untuk mengorbankan sesuatu untuk satu yang lebih penting. Dari sini juga sisi perfeksionis gue sebagai orang dengan golongan darah A semakin terlihat. Gue akan berusaha menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan gue terlebih dahulu dengan mengesampingkan urusan pribadi gue yang bisa disambi lain waktu, dan pekerjaan itu harus selesai dengan sebaik yang gue bisa. Tapi gue gak bisa memungkiri bahwa gue masih cukup teledor, terlebih di pekerjaan organisasi. Untungnya gue punya partner yang sangat teliti dan bisa menutupi keteledoran gue #UHUY #TERIMAKASIHFANESTRI

Yah, selain belajar untuk lebih menghargai waktu, gue juga belajar untuk menjadi partner kerja yang menyenangkan. Semua orang tau gue egois, sangat egois. Tapi di semester 4 ini gue mencoba untuk lebih mementingkan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi. Karena gue gak mau mengecewakan banyak orang hanya karena seonggok sifat egois gue. Gue akan berusaha semaksimal mungkin untuk membuat teman-teman di sekitar gue merasa bahwa gue bisa diandalkan. 

Dan yang terakhir dan paling penting, gue menjadi orang yang lebih bertanggungjawab atas semua pekerjaan gue. Biarpun terkadang hal-hal yang gue kerjakan gak semuanya perfect, tapi gue akan berusaha semaksimal mungkin untuk membuat semua itu terlihat pantas dan baik. Dan kalaupun ada kesalahan-kesalahan yang gue buat, gue akan bertanggungjawab atas itu semua. Konsekuensi harus diterima sebagai bukti dari loyalitas dan totalitas. 

Jadi, dalam entri ini kesimpulannya adalah semester 4 telah mengajari gue banyak hal-hal baik yang baru, yang bisa merubah diri gue ke arah yang lebih baik, yang bisa membuat gue lebih bertanggungjawab atas apa yang gue lakukan, dan bisa membuat gue lebih percaya diri dengan kemampuan yang gue punya. Karena semester 4 tidak hanya mempunyai sisi buruk, tapi ia juga mampu mengubah gue menjadi seseorang yang lebih baik dan inshaallah siap bekerja di bawah banyak tekanan di masa depan. 

Dear 4th semester, 
I can't prentend to say that I like my life when I'm in you, 
I hate you for sure, 
but there's always a thank you for many lessons you have, 
for many lessons you give, 
for many experiences I've passed in you. 
And now, 
proudly and happily, I will scream 
Goodbye 4th Semester