Minggu, 12 Juli 2015

Dear Future Husband,

Pertama saya ingin mengucapkan terima kasih kepada kamu yang telah bersedia memilih saya untuk menjadi orang pertama yang kamu lihat ketika bangun dan orang terakhir yang kamu lihat ketika akan pergi tidur, setiap harinya. Semoga, ketika kamu memutuskan untuk menghabiskan hidup bersama saya, kamu masih dalam keadaan cukup sehat secara psikologis. 

Saya memang bukan perempuan feminin yang mungkin selalu kamu dan kaum seperti kamu idam-idamkan. Saya bukan perempuan yang gemar atau pandai memasak. Tolong katakan pada ibumu, jangan khawatir. Karena saya tidak akan membiarkan putra kesayangannya -yang akan menjadi ayah dari putra-putriku kelak- kelaparan dan mendapatkan gizi yang kurang baik. Karena semenjak saya memutuskan untuk memulai lembaran kehidupan baru bersama kamu, saya pasti sudah menguasai resep makanan favorit yang diberikan oleh ibumu. 

Saya juga bukan sosok perempuan yang romantis, jadi kamu tidak perlu khawatir. Saya tidak akan menuntut kamu untuk membawakan bunga setiap kita sedang bersitegang. Yang terpenting untuk saya adalah kamu tetap pulang dan tidur di rumah setiap harinya dalam kondisi apapun, seburuk apapun. Karena separah apapun kita bertengkar, saya akan tetap membutuhkan sosok kamu di sisi saya, walaupun tidak ada satu kata pun yang terucap dari mulut kita. 

Setiap paginya, saya akan selalu menjadi alarm kamu untuk bangun tepat waktu dan menjalankan ibadah berjamaah. Karena saya mau hanya kamu yang ada satu shaf di depanku, menjadi imam shalatku. Setelah itu, saya akan membuatkan sarapan dan bekal yang akan kamu bawa ke kantor. Iya, saya tidak akan pernah membiarkan kamu jajan sembarangan. Saya juga akan selalu memastikan bahwa kemeja dan dasi kerjamu dalam keadaan licin setiap paginya, tanpa ada tekukan-tekukan yang tidak diinginkan.

Saya memang perempuan yang hobi belanja dan menghabiskan uang untuk membeli barang-barang keperluan pribadi saya, terutama pakaian, tas, dan sepatu. Namun, kamu jangan khawatir. Karena saya akan tetap memprioritaskan keperluan keluarga kita di atas apapun. Dan kamu juga tidak perlu khawatir akan masalah keuangan kita nanti, saya bisa dibilang cukup menguasai dasar-dasar ilmu akuntansi yang akan saya terapkan dalam mengurus pemasukan dan pengeluaran kita setiap bulannya. Oh iya, untuk masalah hobi belanjaku, kamu tidak perlu cemas. Karena saya bisa pastikan dari sekarang, saya akan menggunakan seratus persen uang hasil jerih payahku sendiri. Oleh karena itu, saya mohon biarkan saya untuk tetap bekerja. 

Pekerjaanku nanti mungkin sedikit berat. Atau mungkin, nantinya saya akan sering membawa pekerjaan kantorku untuk dikerjakan di rumah. Karena saya tidak ingin melewatkan makan malam bersama kamu dan anak-anak kita di atas satu meja sederhana. Karena saya juga ingin menjadi orang pertama yang mendengarkan keluh-kesah kalian selama satu hari beraktivitas. Apabila kamu merupakan tipe orang yang cukup serius, jangan khawatir. Saya akan berusaha mencairkan suasana makan malam kita supaya menjadi lebih hidup. Akan tetapi, mohon maafkan saya dari saat ini, karena saya yakin selera humor saya beberapa tahun ke depan akan tetap sama. Iya, selera humor saya receh. Tapi saya berjanji, akan terus berusaha membuat kalian bahagia dan nyaman di rumah.

Maafkan jika saya nantinya akan menjadi seorang pendamping hidup yang bawel karena akan terus mengingatkan kamu untuk ibadah dan memaksa kamu untuk cek kesehatan setiap bulannya. Iya, saya tidak ingin ada sedikit virus pun di tubuh kamu. Maaf jika setiap minggunya saya akan mengajak kalian untuk pergi keluar rumah, mengeksplorasi setiap sudut yang belum pernah kita kunjungi. Maaf pula jika setiap malam di meja makan kita akan tersaji cukup banyak sayur-sayuran, karena saya ingin keluarga kita menjadi keluarga yang menganut pola hidup sehat. Tapi, untuk poin ini saya minta kepada kamu. Tolong paksa saya untuk work-out, seringan apapun itu.  

Seletih-letihnya saya bekerja, saya akan mengusahakan tiba di rumah sebelum kamu. Supaya ketika kamu sampai, saya sendirilah yang akan membukakan pintu dan membawakan tas kantormu. Saya juga bisa pastikan, setiap kamu pulang kantor tidak akan ada penampilan saya yang akan mengecewakan kamu. Iya, saya akan berusaha semaksimal mungkin untuk tetap terlihat cantik di depan kamu, seletih apapun saya. Karena yang terpenting untuk saya adalah, kebahagiaan kamu. Saya tau, kamu tidak akan menuntut saya untuk menggunakan make-up setiap harinya, tapi saya akan usahakan untuk tidak tampil lusuh di depan kamu. 

Saya adalah perempuan yang cukup memperhatikan kerapihan, terutama tata letak. Jadi, izinkan saya untuk mengatur semua tata letak barang-barang yang ada di rumah. Saya bisa jamin, kamu tidak akan kecewa. Saya juga cukup cakap dalam bersih-bersih rumah. Jadi, kalau kamu tidak ingin mengeluarkan anggaran yang cukup besar untuk menggaji jasa asisten rumah tangga, kamu bisa mengandalkan saya. Bayaran saya murah sekali, cukup melihat kamu tersenyum setiap pulang dari kantor, saya sudah cukup. 

Kamu pasti tau aku penyayang binatang. Jadi, saya mohon izinkanlah saya mempunyai binatang peliharaan di rumah. Kamu tenang saja, saya bukan perempuan yang gemar mengoleksi binatang-binatang ekstrim. Kamu tidak akan pernah melihat ada iguana, buaya, ular, biawak, atau komodo sekalipun di dalam rumah kita. Karena jujur, itu menjijikkan. Saya hanya minta diizinkan untuk memelihara kucing atau anjing, yang bisa menjadi pelengkap di keluarga kecil kita. 

Saya memang masih belum punya bayangan, siapa kamu. Yang terpenting untuk saya siapapun kamu nantinya, kamu adalah imam terbaik yang diamanahkan oleh ayah saya untuk menjaga dan melindungi saya sebaik yang pernah Beliau lakukan kepada saya. Apapun pekerjaanmu nanti, bukan masalah. Saya bukan tipe orang yang nyaman untuk duduk diam menunggu sementara kamu susah payah berusaha untuk membahagiakan saya. Saya pastikan, ketika kamu sulit saya juga sulit, dan ketika kamu bahagia saya akan menjadi orang pertama yang merasa lebih bahagia karena menyaksikan kebahagiaanmu. 

Saya tau kamu pasti tau kalimat, "Ada wanita hebat dibalik laki-laki yang hebat". Saya akan berusaha sehebat itu untuk kamu. Saya akan menjadi satu-satunya wanita hebat yang kamu miliki dan patut kamu banggakan. 

Siapapun kamu, dari saat ini saya pastikan, nantinya aku akan sangat tidak ingin kehilangan kamu dan satu momen pun bersama kamu. Karena pasti kamu akan seberarti itu untuk saya, kelak. 

Sampai jumpa di waktu yang sudah Tuhan tetapkan. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar