Good morning, fellas! It's Sunday and *ehm* (I really want to scream at this part) HAPPY HOLIDAY GUYS!
Pagi ini keindahan mood gue is sponsored by a reward from one of the best coffee shop in this fakin warld!
By the way,
THE FAKIN 4TH SEMESTER IS OVER GUYS! IT'S OVER!
Sumpah kusenang sekali.
Setelah mengalami masa-masa berat di semeter ini dilengkapi dengan ketidakjelasan Ujian Akhir kemarin. Gue merasa uang bayaran gue sangat kelebihan untuk bayar semesteran di semester 4.
Gue akan bercerita sedikit tentang kehidupan perkuliahan gue which-is-very-very-fakin-terrible-oh-my-god-i-will-die.
Sebenernya begitu gue memasuki semester 4 pada awal tahun lalu, gue seneng sih. Karena gue bisa membayangkan bahwa gue (inshaallah) akan melenggang indah menggunakan kebaya dan berjalan di lorong Balairung bersama teman-teman seangkatan gue pada pertengahan 2016 nanti. Iya, bayangan gue udah sampe situ dan itu yang jadi motivasi gue semangat kuliah. Supaya cepet selesai dan gak buang-buang duit di kampus muluk.
Akan tetapi, motivasi memang indah. Yang gak indah adalah kenyataan. Iya, kenyataan hidup perkuliahan gue di semester 4 ini cukup pahit, gengs. Kuliah-organisasi-tugas-kuis-ujian-jobdesc organisasi-tanggung jawab. Itu semua yang gue tanggung di pundak gue selama semester 4 dan inshaallah semester 5 masih akan tetap begitu #YAALLAH #KUATKAN #HAMBA
Sebetulnya gue menikmati semua beban itu, terlebih itu adalah konsekuensi yang harus gue tanggung atas keputusan gue sendiri. Iya, gue memutuskan untuk menjadi mahasiswa yang cukup aktif di kampus dengan ikut organisasi. Oleh karena itu, gue sadar kehidupan kampus gue akan sedikit berbeda dengan teman-teman lain yang gak ikut organisasi. Kehidupan kampus gue sedikit lebih berat dibanding mereka dan gue mengemban dua tanggung jawab sekaligus. Tanggung jawab terhadap diri sendiri atas prestasi akademik gue di kampus, dan tanggung jawab untuk organisasi yang gue sudah berkomitmen untuk berkontribusi penuh di dalamnya. But, sebelumnya organisasi itu bukan sekedar organisasi. Gue lebih senang menganggap orang-orang di dalamnya sebagai keluarga dibanding rekan kerja.
Disini gue gak akan bahas banyak mengenai keluhan-keluhan gue di kampus. Karena sesungguhnya mengeluh itu tidak baik guys, lebih baik melenguh #ASTAGHFIRULLAH
Di semester 4 ini gue belajar banyak hal. Gue belajar untuk lebih menghargai sedetikpun waktu luang yang gue punya untuk membereskan pekerjaan gue, dibanding untuk tidur. Tidur sepantasnya dilakukan jika semua pekerjaan gue sudah terselesaikan dengan baik dan (inshaallah) benar. Gue dan teman-teman sekelas gue mempunyai banyak tugas akademik yang (naujubilahiminjalik) cukup berat bebannya dan gue pribadi mempunyai kewaiban tambahan untuk menyelesaikan tugas-tugas organisasi yang cukup melelahkan juga. Bahkan gue sempet mikir, "Anjir ini mah satu hari isinya 24 jam gak cukup, harusnya 48 jam, atau kalo bisa 72 jam", iya se-hectic itu. Tapi dari tugas-tugas itu gue belajar untuk mengorbankan sesuatu untuk satu yang lebih penting. Dari sini juga sisi perfeksionis gue sebagai orang dengan golongan darah A semakin terlihat. Gue akan berusaha menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan gue terlebih dahulu dengan mengesampingkan urusan pribadi gue yang bisa disambi lain waktu, dan pekerjaan itu harus selesai dengan sebaik yang gue bisa. Tapi gue gak bisa memungkiri bahwa gue masih cukup teledor, terlebih di pekerjaan organisasi. Untungnya gue punya partner yang sangat teliti dan bisa menutupi keteledoran gue #UHUY #TERIMAKASIHFANESTRI
Yah, selain belajar untuk lebih menghargai waktu, gue juga belajar untuk menjadi partner kerja yang menyenangkan. Semua orang tau gue egois, sangat egois. Tapi di semester 4 ini gue mencoba untuk lebih mementingkan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi. Karena gue gak mau mengecewakan banyak orang hanya karena seonggok sifat egois gue. Gue akan berusaha semaksimal mungkin untuk membuat teman-teman di sekitar gue merasa bahwa gue bisa diandalkan.
Dan yang terakhir dan paling penting, gue menjadi orang yang lebih bertanggungjawab atas semua pekerjaan gue. Biarpun terkadang hal-hal yang gue kerjakan gak semuanya perfect, tapi gue akan berusaha semaksimal mungkin untuk membuat semua itu terlihat pantas dan baik. Dan kalaupun ada kesalahan-kesalahan yang gue buat, gue akan bertanggungjawab atas itu semua. Konsekuensi harus diterima sebagai bukti dari loyalitas dan totalitas.
Jadi, dalam entri ini kesimpulannya adalah semester 4 telah mengajari gue banyak hal-hal baik yang baru, yang bisa merubah diri gue ke arah yang lebih baik, yang bisa membuat gue lebih bertanggungjawab atas apa yang gue lakukan, dan bisa membuat gue lebih percaya diri dengan kemampuan yang gue punya. Karena semester 4 tidak hanya mempunyai sisi buruk, tapi ia juga mampu mengubah gue menjadi seseorang yang lebih baik dan inshaallah siap bekerja di bawah banyak tekanan di masa depan.
Dear 4th semester,
I can't prentend to say that I like my life when I'm in you,
I hate you for sure,
but there's always a thank you for many lessons you have,
for many lessons you give,
for many experiences I've passed in you.
And now,
proudly and happily, I will scream
Goodbye 4th Semester
Tidak ada komentar:
Posting Komentar